Apa Saja yang Termasuk Biaya Umroh
Apa Saja yang Termasuk Biaya Umroh
Jangan Sampai Ada yang Terlewat — Pahami Rinciannya Sebelum Mendaftar
Banyak calon jamaah yang terkejut ketika tiba di Tanah Suci dan mendapati pengeluaran yang tidak terduga. Bukan karena boros, tapi karena sejak awal tidak ada gambaran yang jelas tentang apa saja yang sudah termasuk dalam paket dan apa yang belum. Artikel ini hadir untuk menjawab pertanyaan itu — secara jujur dan menyeluruh.
Komponen Utama yang Biasanya Sudah Termasuk dalam Paket
Sebagian besar paket umroh yang ditawarkan travel resmi sudah mencakup beberapa komponen pokok berikut.
Tiket pesawat pulang pergi adalah komponen terbesar dalam struktur biaya umroh. Harganya sangat bergantung pada maskapai yang digunakan, musim keberangkatan, dan kelas penerbangan. Paket ekonomi umumnya menggunakan penerbangan transit, sementara paket premium menawarkan penerbangan langsung yang lebih nyaman — terutama penting bagi jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik.
Akomodasi hotel sudah termasuk dalam hampir semua paket, namun kualitas dan jaraknya ke Masjidil Haram sangat bervariasi. Hotel bintang tiga bisa berjarak 500 meter hingga satu kilometer dari masjid, sementara hotel bintang lima bisa berada tepat di seberangnya. Jarak ini terdengar kecil, tapi terasa sangat berbeda ketika harus berjalan lima kali sehari dalam cuaca panas atau di usia yang tidak lagi muda.
Transportasi lokal antara bandara, hotel, dan tempat-tempat ibadah umumnya sudah masuk paket. Termasuk di dalamnya transportasi dari Mekkah ke Madinah jika paket mencakup kunjungan ke dua kota tersebut.
Visa umroh wajib diurus oleh pihak travel dan biayanya sudah harus termasuk dalam paket. Pastikan hal ini dikonfirmasi secara tertulis sebelum melakukan pembayaran.
Bimbingan ibadah dan muthawif — pemandu ibadah yang mendampingi selama pelaksanaan umroh — juga umumnya sudah termasuk. Kualitas muthawif sangat mempengaruhi kekhusyukan ibadah, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat.
Perlengkapan umroh dasar seperti kain ihram, buku panduan doa, dan tas perlengkapan kecil biasanya diberikan oleh travel, meski isinya bervariasi tergantung paket.
Komponen yang Sering Tidak Termasuk dan Wajib Diketahui
Di sinilah banyak jamaah tidak siap. Beberapa pengeluaran yang tampaknya kecil ternyata bisa cukup besar jika tidak diantisipasi sejak awal.
Konsumsi di luar jadwal adalah salah satu yang paling sering mengejutkan. Paket full board memang menyediakan tiga kali makan, tapi tidak semua paket menawarkan ini. Paket half board hanya menanggung sarapan dan makan malam, sementara paket room only sama sekali tidak menyertakan makan. Biaya makan di sekitar Masjidil Haram bervariasi, tapi tidak bisa dibilang murah jika dilakukan tiga kali sehari selama sepuluh hari atau lebih.
Biaya kelebihan bagasi sering luput dari perhitungan. Banyak jamaah membawa oleh-oleh dalam jumlah besar untuk keluarga dan kerabat, sehingga berat koper saat pulang jauh melebihi batas yang ditentukan maskapai. Biaya kelebihan bagasi di bandara bisa sangat tinggi jika tidak diantisipasi dengan membeli tambahan bagasi sejak jauh hari.
Air zamzam yang ingin dibawa pulang dalam jumlah besar juga perlu diperhitungkan, baik dari sisi berat maupun biaya kemasan resminya di bandara Arab Saudi.
Laundry dan kebersihan pribadi selama di hotel tidak selalu gratis. Beberapa hotel menyediakan layanan laundry berbayar, dan untuk perjalanan yang lebih dari sembilan hari, ini bisa menjadi pengeluaran yang cukup berarti.
Pembelian oleh-oleh adalah komponen yang paling sulit dikendalikan. Kurma, parfum, tasbih, sajadah, perlengkapan shalat, hingga pakaian khas Arab — semuanya menggoda untuk dibeli. Siapkan anggaran tersendiri untuk ini dan tetapkan batasnya sebelum berangkat, bukan setelah sampai di pasar.
Biaya kesehatan dan obat-obatan selama di sana perlu disiapkan, meskipun sebagian besar travel menyertakan petugas kesehatan dalam rombongan. Obat-obatan pribadi, suplemen, atau penanganan medis di luar cakupan yang disediakan travel tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
Biaya yang Berbeda-beda Tergantung Musim
Waktu keberangkatan sangat mempengaruhi total biaya umroh. Secara umum, ada tiga periode yang perlu dipahami.
Periode reguler di luar bulan Ramadan dan musim haji adalah waktu paling terjangkau. Harga paket bisa jauh lebih rendah, kepadatan jamaah lebih sedikit, dan ibadah terasa lebih leluasa.
Periode Ramadan adalah yang paling istimewa secara spiritual — satu shalat di Masjidil Haram saat Ramadan pahalanya setara haji menurut hadis Nabi. Namun harganya bisa dua hingga tiga kali lipat dari paket reguler, dan kepadatan jamaah mencapai puncaknya terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Periode mendekati musim haji juga cenderung lebih mahal dan padat. Bagi yang hanya ingin umroh tanpa haji, sebaiknya hindari periode ini kecuali memang ada tujuan khusus.
Cara Membaca Paket Umroh dengan Cermat
Sebelum menandatangani kontrak atau membayar uang muka, ada beberapa hal yang wajib dikonfirmasi secara tertulis kepada pihak travel.
Tanyakan dengan jelas apakah harga yang tertera sudah termasuk visa, tiket, hotel, konsumsi, dan transportasi lokal — atau hanya sebagian dari komponen tersebut. Minta rincian tertulis, bukan hanya penjelasan lisan.
Tanyakan juga tentang kebijakan pembatalan dan penundaan. Kondisi kesehatan atau situasi darurat bisa saja membuat keberangkatan harus ditunda. Ketahui sejak awal berapa persen biaya yang bisa dikembalikan jika hal itu terjadi.
Pastikan travel yang dipilih terdaftar resmi di Kementerian Agama dan memiliki izin penyelenggara perjalanan ibadah umroh yang masih aktif. Ini bukan sekadar formalitas — ini adalah perlindungan paling dasar agar tidak menjadi korban penipuan berkedok travel umroh.
Perkiraan Anggaran Tambahan yang Perlu Disiapkan
Sebagai gambaran umum, selain biaya paket yang sudah dibayarkan, jamaah sebaiknya menyiapkan dana tambahan untuk kebutuhan pribadi selama di Tanah Suci. Dana ini mencakup makan di luar jadwal paket, transportasi tambahan jika ingin mengunjungi tempat-tempat bersejarah secara mandiri, oleh-oleh, dan keperluan tak terduga lainnya.
Besarnya sangat bergantung pada gaya perjalanan masing-masing. Yang terpenting adalah menyiapkannya sejak awal — bukan berharap cukup dengan sisa uang di dompet ketika sudah berada di sana.
Umroh yang khusyuk dimulai jauh sebelum kaki menginjak Tanah Suci. Salah satunya dengan perencanaan keuangan yang matang. Ketika semua kebutuhan sudah terpenuhi dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal biaya, hati pun bisa lebih hadir — lebih fokus pada doa, pada tawaf, pada setiap langkah yang menjadi ibadah.
Karena perjalanan terbaik bukan hanya yang paling murah, tapi yang paling siap.