Sabtu, 17 Januari 2026

Standar Layanan di Saudi: Yang Perlu Mitra Travel Pahami

Standar Layanan di Saudi: Yang Perlu Mitra Travel Pahami

Beda Negara, Beda Standar—Jamaah Harus Tahu Ini

"Kok hotelnya begini? Kok pelayanannya gitu? Di Indonesia kan ngga kayak gini!"

Keluhan kayak gini sering muncul dari jamaah yang baru pertama kali ke Saudi. Mereka expect standar pelayanan seperti di Indonesia, padahal Saudi punya standar dan budaya sendiri yang berbeda. Sebagai mitra travel, tugas kita mempersiapkan mereka tentang realita di sana.

Standar Hotel: Realita vs Ekspektasi

Hotel bintang 4 di Saudi belum tentu sama dengan hotel bintang 4 di Indonesia.

Perbedaan yang Harus Dijelaskan:

  • Kamar lebih kecil, terutama yang dekat Haram karena lahan terbatas
  • Fasilitas basic: tempat tidur, kamar mandi, AC, TV—ngga ada kolam renang atau gym mewah
  • Kebersihan bervariasi, housekeeping kurang detail dibanding hotel Indonesia

Tips: Sejak awal, show foto real kamar hotel. Jangan cuma foto lobby yang keren. Manage ekspektasi dari awal biar jamaah ngga kecewa.

Pelayanan Restoran: Jangan Harap Seperti di Indonesia

Pelayan di restoran Saudi cenderung cuek dan kurang ekspresif. Mereka melayani secara fungsional tanpa basa-basi atau senyum lebar. Proses bisa lambat saat peak season, dan menu paket umroh biasanya itu-itu aja.

Tips: Briefing ke jamaah sebelum berangkat. Sarankan bawa sambel sachet atau makanan ringan favorit untuk jaga-jaga.

Transportasi: Fleksibel dengan Waktu

Bus yang dijadwalkan jam 8 bisa datang jam 8.30 atau bahkan jam 9. Traffic di Makkah dan Madinah padat, terutama peak season. Kondisi bus juga bervariasi.

Tips: Kasih buffer waktu. Jangan jadwalin terlalu mepet. Kumpulin jamaah lebih awal dan infokan kemungkinan keterlambatan.

Customer Service: Minimalis tapi Fungsional

Banyak staff yang ngga fasih bahasa Inggris. Respons untuk complain bisa lambat—AC rusak mungkin ditangani besoknya. Solusi yang dikasih juga terbatas.

Tips: Mitra atau tour leader harus jadi jembatan. Dampingi jamaah kalau ada masalah dan follow up sampai selesai.

Toko dan Oleh-Oleh: Hati-Hati Jebakan

Toko di sekitar Haram pasang harga turis yang bisa 2-3 kali lipat. Kualitas barang bervariasi, dan ada yang nakal soal timbangan atau harga.

Tips: Rekomendasikan toko terpercaya dengan harga reasonable. Ingatkan jamaah untuk selalu tanya harga jelas dan cek barang sebelum bayar.

Sikap dan Budaya: Tegas dan To The Point

Orang Saudi dalam melayani cenderung tegas tanpa banyak basa-basi. Mereka menghargai efisiensi. Senyum dan keramahan bukan budaya utama mereka—ini bukan berarti kasar, cuma beda budaya.

Tips: Edukasi jamaah tentang perbedaan budaya. Jangan langsung tersinggung kalau dilayani dengan cara yang "dingin."

Teknologi: Maju tapi Bisa Ribet

Banyak hal sudah digitalisasi: pembayaran cashless, aplikasi Nusuk dan Eatmarna untuk ziarah dan akses Masjid Nabawi. Jamaah yang gaptek bisa kesulitan.

Tips: Bantu jamaah setup aplikasi penting sebelum berangkat, atau siapkan tim yang bisa assist.

Persiapkan Jamaah, Bukan Cuma Dokumen

Standar layanan di Saudi memang berbeda dengan Indonesia. Bukan lebih baik atau lebih buruk, cuma beda.

Tugas kita mempersiapkan jamaah secara mental dan ekspektasi. Kasih briefing yang jujur dan realistis tentang perbedaan budaya dan standar layanan. Jamaah yang well-informed akan lebih siap, lebih sabar, dan lebih menikmati perjalanan spiritual mereka.

Karena mereka datang ke Tanah Suci bukan untuk menikmati hotel mewah atau pelayanan bintang lima. Mereka datang untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Itu yang paling penting.

Terkait