Kesalahan Umum Jamaah Saat Umroh: Belajar dari Pengalaman Orang Lain
Belajar dari Kesalahan Orang Lain
Banyak jamaah yang melakukan kesalahan saat umroh—baik kesalahan teknis maupun spiritual. Padahal, kesalahan ini sebenarnya bisa dihindari kalau tahu sejak awal.
Panduan ini membantu Anda menghindari kesalahan-kesalahan umum agar perjalanan umroh lebih lancar dan bermakna.
Kesalahan Sebelum Berangkat
Kesalahan di tahap persiapan bisa berakibat fatal.
1. Memilih Travel Abal-Abal
- Tergiur harga murah tanpa cek legalitas
- Tidak cek di Siskopatuh
- Percaya janji muluk tanpa bukti
Akibat: Uang hilang, tidak jadi berangkat, atau fasilitas tidak sesuai.
Solusi: Selalu cek legalitas travel di website Kemenag sebelum daftar.
2. Dokumen Mepet
- Baru urus paspor H-30
- Submit dokumen terlambat
- Vaksin di waktu yang terlalu dekat
Akibat: Visa tidak jadi, harus reschedule, atau tidak bisa berangkat.
Solusi: Mulai urus dokumen minimal H-90, vaksin H-60.
3. Tidak Belajar Manasik
- Malas ikut manasik dari travel
- Tidak tahu tata cara tawaf dan sa'i
- Bingung saat di lapangan
Akibat: Ibadah tidak khusyuk karena bingung, bisa salah dalam tata cara.
Solusi: Ikuti manasik dengan serius, tonton video tutorial, pelajari doa-doa.
Kesalahan Saat di Pesawat
Perjalanan panjang butuh persiapan yang baik.
4. Overpacking atau Underpacking
- Bawa barang terlalu banyak (kena excess baggage)
- Atau terlalu sedikit (kurang pakaian)
- Obat-obatan di bagasi (seharusnya di kabin)
Akibat: Bayar excess mahal, atau kesulitan saat di Saudi.
Solusi: Packing secukupnya, ikuti batas bagasi, obat di kabin.
5. Tidak Bawa Dokumen Penting di Kabin
- Paspor, visa, sertifikat vaksin di bagasi
- Kalau bagasi hilang, dokumen ikut hilang
Akibat: Masalah besar di imigrasi, bisa ditahan atau ditolak masuk.
Solusi: Semua dokumen penting di tas kabin, jangan pernah di bagasi.
Kesalahan di Tanah Suci: Ibadah
Ini kesalahan yang paling disayangkan karena mengurangi kesempurnaan ibadah.
6. Terlalu Fokus Foto dan Video
- Selfie saat tawaf
- Rekam video terus-menerus
- Lebih sibuk konten daripada ibadah
Akibat: Tidak khusyuk, ibadah jadi tidak bermakna, bisa riya.
Solusi: Dokumentasi secukupnya, prioritaskan ibadah dan kekhusyukan.
7. Terburu-Buru dalam Ibadah
- Tawaf sambil lari-lari
- Sa'i seperti lomba lari
- Sholat tergesa-gesa
Akibat: Tidak khusyuk, capek, bahkan bisa membahayakan jamaah lain.
Solusi: Santai, tidak perlu buru-buru. Kualitas lebih penting dari kuantitas.
8. Mendorong atau Menyikut Jamaah Lain
- Berebutan tempat saat tawaf
- Dorong-dorongan untuk dekat Ka'bah
- Tidak peduli jamaah lain
Akibat: Menyakiti orang lain (dosa!), suasana tidak nyaman, bisa jatuh dan cedera.
Solusi: Ikuti arus, bersabar, hormati jamaah lain. Tawaf dari jauh juga sama nilainya.
9. Mengabaikan Sholat Fardhu
- Terlalu capek sampai tertidur dan melewatkan sholat
- Prioritas tawaf sunnah tapi sholat fardhu di-qadha
Akibat: Dosa besar, mengabaikan kewajiban.
Solusi: Sholat fardhu adalah prioritas utama. Istirahat cukup agar tidak kelewat.
Kesalahan tentang Adab
Adab yang buruk mengurangi nilai ibadah.
10. Berisik di Masjid
- Ngobrol keras di dalam masjid
- Ketawa-ketawa
- Telepon sambil keras-keras
Akibat: Mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah, tidak sopan.
Solusi: Jaga suara tetap rendah, kalau perlu ngobrol keluar masjid dulu.
11. Buang Sampah Sembarangan
- Meninggalkan sampah di masjid atau hotel
- Tidak respect kebersihan tempat suci
Akibat: Kotor, mengganggu jamaah lain, merusak citra muslim Indonesia.
Solusi: Buang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan.
12. Tidak Menjaga Aurat
- Pakaian terlalu ketat atau transparan
- Hijab tidak rapi
- Laki-laki pakai celana pendek di masjid
Akibat: Tidak sopan, melanggar aturan masjid, mengganggu konsentrasi jamaah lain.
Solusi: Pakaian longgar, menutup aurat dengan sempurna, rapi dan sopan.
Kesalahan tentang Kesehatan
Kesehatan yang terganggu merusak ibadah.
13. Tidak Minum Air Cukup
- Lupa minum karena sibuk ibadah
- Dehidrasi di cuaca panas Saudi
Akibat: Lemas, pusing, pingsan, sakit.
Solusi: Bawa botol minum kemana-mana, minum air zamzam atau air mineral teratur.
14. Memaksakan Diri Saat Sakit
- Tetap tawaf meskipun demam atau sakit
- Tidak istirahat saat tubuh sudah lelah
Akibat: Sakit makin parah, bisa pingsan, mengganggu ibadah hari berikutnya.
Solusi: Kalau sakit, istirahat dulu. Kesehatan prioritas. Ibadah bisa menyusul.
15. Makan Berlebihan atau Sembarangan
- Makan terlalu banyak sampai kekenyangan
- Jajan sembarangan yang tidak higienis
Akibat: Sakit perut, diare, tidak bisa ibadah.
Solusi: Makan secukupnya, pilih makanan yang bersih dan higienis.
Kesalahan tentang Uang dan Belanja
Banyak yang lupa kontrol saat belanja.
16. Tidak Bawa Uang Cukup
- Hanya bawa sedikit cash
- Tidak ada kartu ATM atau kredit
Akibat: Kesulitan saat butuh beli sesuatu, tidak bisa bayar di tempat yang tidak terima kartu.
Solusi: Bawa cash Riyal secukupnya (5-10 juta rupiah equivalent), plus kartu debit/kredit.
17. Belanja Berlebihan
- Borong oleh-oleh sampai koper penuh
- Lupa batas bagasi
- Fokus belanja, lupa ibadah
Akibat: Kena excess baggage (mahal!), capek bawa barang, waktu ibadah tersita.
Solusi: Belanja secukupnya, ingat batas bagasi (30 kg), prioritaskan ibadah.
18. Tertipu Pedagang
- Tidak tanya harga sebelum beli
- Percaya saja saat pedagang bilang "harga special"
- Tidak tahu harga pasaran
Akibat: Bayar mahal, merasa tertipu, kecewa.
Solusi: Tanya harga dengan jelas, bandingkan di beberapa toko, tanya tour leader harga wajar.
Kesalahan tentang Waktu
Manajemen waktu yang buruk mengurangi produktivitas ibadah.
19. Begadang Setiap Malam
- Main HP sampai larut
- Ngobrol-ngobrol di kamar
- Tidur pagi, bangun siang
Akibat: Capek saat ibadah, mengantuk saat tawaf, tidak maksimal.
Solusi: Tidur cukup (minimal 6 jam), bangun pagi untuk tahajud dan ibadah.
20. Telat Kumpul
- Sering terlambat saat jadwal kumpul
- Bikin jamaah lain menunggu
- Tidak respect waktu orang lain
Akibat: Mengganggu jadwal grup, tour leader stress, jamaah lain kesal.
Solusi: Disiplin waktu, siap 15 menit lebih awal dari jadwal.
Kesalahan Setelah Pulang
Umroh tidak berhenti saat pulang ke Indonesia.
21. Kembali ke Kebiasaan Buruk
- Rajin ibadah di Saudi, tapi begitu pulang malas lagi
- Tidak ada perubahan sama sekali
- Umroh cuma jadi stempel di paspor
Akibat: Umroh sia-sia, tidak ada transformasi spiritual.
Solusi: Jaga komitmen untuk berubah lebih baik, pertahankan kebiasaan baik dari Saudi.
22. Sombong atau Riya
- Sering cerita umroh dengan nada pamer
- Merasa lebih baik dari yang belum umroh
- Minta dipanggil "Haji" atau "Hajjah"
Akibat: Riya menghapus pahala, sombong adalah dosa.
Solusi: Rendah hati, cerita untuk inspirasi bukan pamer, tetap humble.
Tips Menghindari Kesalahan
Beberapa tips agar tidak jatuh ke kesalahan yang sama.
Sebelum Berangkat:
- Riset dengan baik
- Ikuti semua briefing dan manasik
- Tanya ke yang sudah pernah umroh
- Cek dan ricek semua dokumen
Selama di Saudi:
- Ikuti instruksi tour leader
- Jaga adab dan akhlak
- Prioritaskan ibadah di atas yang lain
- Tidak perlu terburu-buru, santai saja
- Minta tolong kalau bingung
Setelah Pulang:
- Evaluasi diri
- Jaga perubahan positif
- Berbagi pengalaman dengan bijak
- Tetap humble dan istiqomah
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang penting, kita belajar dari kesalahan orang lain agar tidak mengulangi hal yang sama.
Umroh adalah kesempatan berharga yang mungkin tidak datang dua kali. Jangan sia-siakan dengan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya mudah dihindari.
Persiapkan dengan baik, jalani dengan khusyuk, dan pulang dengan perubahan yang nyata. Semoga umroh Anda lancar, berkah, dan mabrur. Aamiin.