Seminar "Menjadi Pesyiar Baitullah" & Soft Launching Aplikasi Keagenan Alqomar Travel Resmi Digelar
Yogyakarta, 25 Desember 2025 — Alhamdulillāh, dalam suasana penuh berkah dan antusiasme yang tinggi, pada hari Kamis, 25 Desember 2025, telah terlaksana dengan sukses acara Seminar Nasional "Menjadi Pesyiar Baitullah (Umrah Preneur)" sekaligus Soft Launching Aplikasi Keagenan Alqomar Travel. Kegiatan monumental ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran peserta secara langsung di Balai Diklat Informatika (BDI) Yogyakarta dan secara daring melalui platform Zoom, memungkinkan jangkauan yang lebih luas ke seluruh Indonesia.
Acara ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan menjadi momentum strategis dan milestone penting dalam perjalanan Alqomar Travel untuk membangun ekosistem keagenan umrah yang lebih profesional, berintegritas, amanah, dan berbasis teknologi digital. Melalui seminar ini, Alqomar Travel berkomitmen untuk melahirkan generasi baru para Pesyiar Baitullah — para agen umrah yang tidak hanya mahir dalam aspek bisnis, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat, siap melayani tamu-tamu Allah dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian, dan dedikasi tinggi.
Latar Belakang dan Tujuan Acara
Industri umrah di Indonesia terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha travel umrah, khususnya dalam hal profesionalisme, transparansi, dan pemanfaatan teknologi.
Melihat kondisi ini, Alqomar Travel mengambil inisiatif untuk tidak hanya menjadi travel umrah yang melayani jemaah, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi para calon agen umrah di seluruh Indonesia. Melalui sistem keagenan yang terstruktur, transparan, dan didukung oleh teknologi aplikasi yang canggih, Alqomar Travel ingin memastikan bahwa setiap agen memiliki bekal yang cukup, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sistem operasional yang memadai.
Seminar "Menjadi Pesyiar Baitullah" ini dirancang khusus untuk:
- Memberikan pemahaman mendalam tentang konsep Pesyiar Baitullah, yaitu orang yang mengajak dan memfasilitasi umat menuju Baitullah (Ka'bah) sebagai bentuk ibadah dan dakwah.
- Mengenalkan sistem keagenan Alqomar Travel yang profesional, amanah, dan berbasis teknologi.
- Meluncurkan aplikasi keagenan Alqomar Travel yang akan menjadi tools utama dalam pengelolaan, monitoring, pelaporan, dan pengembangan jaringan agen secara real-time dan transparan.
- Membangun networking dan komunitas yang solid di antara para calon agen dari berbagai daerah.
- Memberikan motivasi dan inspirasi bahwa bisnis umrah adalah ladang pahala, rezeki, dan keberkahan yang luar biasa jika dijalankan dengan niat yang benar.
Pemateri Utama yang Kompeten dan Berpengalaman
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki keahlian dan pengalaman mumpuni di bidangnya masing-masing. Kombinasi antara aspek spiritual-religius dan aspek teknis-manajerial menjadikan seminar ini sangat komprehensif dan aplikatif.
1. Ustadz Abu Hisyam Harun, B.A — Pembimbing Spiritual Alqomar Travel
Ustadz Abu Hisyam Harun, B.A, yang dikenal sebagai sosok yang alim, rendah hati, dan memiliki pemahaman mendalam tentang fiqih umrah dan haji, menjadi narasumber pertama yang membawakan materi berjudul "Menjadi Pesyiar Baitullah: Visi, Misi, dan Tanggung Jawab Spiritual".
Dalam pemaparannya yang lugas namun menyentuh hati, Ustadz Abu Hisyam menegaskan bahwa menjadi Pesyiar Baitullah adalah amanah besar di hadapan Allah. Beliau menjelaskan bahwa bisnis umrah bukan sekadar mencari keuntungan duniawi semata, melainkan merupakan sarana dakwah, ladang amal jariyah, dan investasi akhirat yang akan terus mengalirkan pahala selama jemaah yang kita antar masih hidup dan terus beribadah.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ustadz Abu Hisyam antara lain:
- Niat yang Lurus: Sebelum terjun ke bisnis umrah, luruskan niat terlebih dahulu. Jadikan pelayanan kepada jemaah sebagai ibadah, bukan hanya orientasi profit.
- Amanah dan Kejujuran: Jemaah mempercayakan uang, waktu, harapan, bahkan doa mereka kepada kita. Menjaga amanah ini adalah kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.
- Ilmu yang Cukup: Seorang agen umrah harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang manasik umrah, fiqih perjalanan, dan pelayanan jemaah agar tidak menyesatkan.
- Sabar dan Ikhlas: Dalam melayani jemaah, akan banyak ujian dan tantangan. Sabar dan ikhlas adalah kunci untuk tetap istiqomah.
- Dakwah Bil Hal: Menjadi teladan yang baik bagi jemaah adalah dakwah paling efektif. Akhlak yang baik akan membuat jemaah merasa nyaman dan termotivasi untuk terus beribadah.
Ustadz Abu Hisyam juga mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 27:
"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."
Beliau menekankan bahwa tugas kita sebagai Pesyiar Baitullah adalah menyeru, mengajak, dan memudahkan jalan bagi umat untuk sampai ke Baitullah. Allah-lah yang akan menggerakkan hati mereka untuk berangkat.
Sesi ini ditutup dengan doa dan harapan agar semua peserta yang hadir menjadi agen umrah yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga berkah, bermanfaat, dan dicintai oleh Allah dan manusia.
2. Bapak Kurnia Wahyu Adi, S.T., M.Eng — Manajer Alqomar Travel
Setelah sesi spiritual yang menyentuh hati, acara dilanjutkan dengan pemaparan yang lebih teknis dan sistematis oleh Bapak Kurnia Wahyu Adi, S.T., M.Eng, yang menjabat sebagai Manajer Operasional Alqomar Travel. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman manajerial yang solid, beliau membawakan materi berjudul "Sistem Keagenan Alqomar Travel dan Pengenalan Aplikasi Keagenan".
Bapak Kurnia menjelaskan secara detail dan sistematis tentang:
a. Struktur Sistem Keagenan Alqomar Travel
Beliau memaparkan bahwa sistem keagenan Alqomar Travel dirancang dengan prinsip win-win solution, di mana baik travel maupun agen sama-sama mendapatkan keuntungan yang adil dan transparan. Sistem ini terdiri dari beberapa level kemitraan yang disesuaikan dengan kapasitas dan target masing-masing agen.
Keunggulan sistem keagenan Alqomar Travel antara lain:
- Komisi yang Kompetitif: Agen mendapatkan komisi yang menarik dan progresif sesuai dengan pencapaian.
- Dukungan Penuh dari Pusat: Mulai dari pelatihan, materi promosi, hingga pendampingan dalam penanganan jemaah.
- Transparansi Penuh: Semua transaksi, komisi, dan laporan dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi.
- Fleksibilitas: Agen dapat bekerja dari mana saja dan kapan saja tanpa harus terikat lokasi.
- Tidak Ada Target yang Memberatkan: Sistem dirancang untuk pertumbuhan berkelanjutan, bukan tekanan jangka pendek.
b. Soft Launching Aplikasi Keagenan Alqomar Travel
Momen yang paling ditunggu-tunggu dalam seminar ini adalah soft launching aplikasi keagenan Alqomar Travel. Aplikasi ini merupakan platform digital yang dirancang khusus untuk memudahkan para agen dalam mengelola bisnis umrah mereka.
Fitur-fitur utama aplikasi ini meliputi:
- Dashboard Real-Time: Agen dapat melihat status jemaah, pembayaran, jadwal keberangkatan, dan komisi secara real-time.
- Manajemen Jemaah: Sistem database jemaah yang terstruktur, memudahkan follow-up dan pelayanan.
- E-Learning: Modul pelatihan online tentang manasik umrah, teknik marketing, dan customer service.
- Digital Marketing Tools: Template promosi, konten sosial media, dan tools marketing lainnya yang siap pakai.
- Sistem Notifikasi: Update otomatis mengenai pembayaran, jadwal, dan informasi penting lainnya.
- Pelaporan Otomatis: Laporan keuangan, performa agen, dan tracking target yang terintegrasi.
- Customer Support 24/7: Fitur chat dan ticketing untuk berkomunikasi dengan tim pusat.
Bapak Kurnia juga melakukan demo langsung penggunaan aplikasi, menunjukkan betapa mudahnya para agen dapat mengelola bisnis mereka hanya dengan smartphone. Demonstrasi ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Beliau menekankan bahwa teknologi ini bukan untuk menggantikan sentuhan personal dan kehangatan pelayanan, melainkan untuk memperkuat dan mempermudah proses operasional sehingga agen dapat lebih fokus pada pelayanan dan pengembangan jaringan.