Sa’i adalah salah satu rukun dalam ibadah umrah yang wajib dilakukan setelah tawaf. Ibadah ini mengajarkan kesabaran, usaha, dan keyakinan kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail.
Namun, banyak jamaah yang masih belum memahami makna dan tata cara sa’i yang benar. Oleh karena itu, dalam bagian pertama artikel ini, kita akan membahas sejarah, makna, dan keutamaan sa’i dalam ibadah umrah.
📌 Pengertian:
✅ Sa’i adalah ibadah berupa berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah yang berada di dalam area Masjidil Haram.
✅ Ibadah ini dilakukan setelah tawaf di sekitar Ka’bah.
📌 Dalil Sa’i dalam Al-Qur’an:
"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah di Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya untuk melakukan sa’i di antara keduanya..."
(QS. Al-Baqarah: 158)
📌 Kesimpulan:
✔️ Sa’i adalah bagian dari syariat Islam yang wajib dilakukan dalam umrah dan haji.
📌 Mengapa Sa’i Dilakukan?
✅ Ibadah ini meneladani kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang mencari air untuk Nabi Ismail.
✅ Siti Hajar berlari dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali dalam kehausan dan kelelahan.
✅ Sebagai bentuk kasih sayang Allah, muncullah air zamzam yang terus mengalir hingga hari ini.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Itulah sebabnya manusia melakukan sa’i antara keduanya."
(HR. Bukhari & Muslim)
📌 Hikmah yang Bisa Dipetik:
✔️ Sa’i mengajarkan usaha yang harus dilakukan sebelum bertawakal kepada Allah.
✔️ Setiap perjuangan pasti akan membuahkan hasil dengan izin Allah.
📌 Mengapa Sa’i Sangat Penting?
✅ Sebagai rukun umrah yang tidak boleh ditinggalkan.
✅ Bentuk ketundukan dan ketaatan kepada Allah.
✅ Mengajarkan kesabaran dan perjuangan dalam kehidupan.
📖 Rasulullah ﷺ bersabda:
"Allah telah mewajibkan kalian untuk melakukan sa’i, maka lakukanlah sa’i."
(HR. Ahmad & Nasai)
📌 Kesimpulan:
✔️ Sa’i bukan sekadar berjalan, tetapi sebuah ibadah penuh makna yang mendekatkan kita kepada Allah.